Pendahuluan
Rubrik ini didedikasikan bagi para pecinta speaker building atau yang hobby membangun sendiri loudspeaker, walau tidak menutup pintu juga bagi para pelaku usaha seperti car audio, home audio, atau pro audio, karena saya sendiri juga adalah pecinta sejati audio dan loudspeaker building khususnya dan ingin berbagi pengetahuan dengan sesama pecinta yang lain, semoga dapat bermanfaat bagi anda semua pecinta audio.
Selayang pandang audio
Mengamati perjalanan audio di Indonesia beberapa dekade ini rasanya sungguh memprihatinkan, sejak krisis ekonomi thn 1998 sampai sekarang rasanya juga tidak tampak perbaikan apa-apa, khususnya dalam merancang speaker yang masih menuruti cara lama asal bikin box, pasang speaker yang kira-kira cocok, dst, dan kalaupun ada system baru yang dilihat tinggal meniru-niru saja, yang sampai kapanpun kita tidak akan pernah mnyalllib orang lain yang didepan kita. Dan sungguh sangat disayangkan, kita bangsa yang besar ini, berada dalam tekanan krisis ekonomi yang berkelanjutan sampai sekarang ini juga cenderung menjadi lebih konsumtif dengan memborong segala barang yang kita anggap semakin murah seperti dvd, tv, dll yang umumnya juga buatan luar negeri walaupun umumnya buatan China. Begitu pula halnya dalam bidang audio, cobalah anda perhatikan, suatu system audio baik dirumah maupun mobil, mulai dari head unit, kabel, power amp, speaker dll, kesemuanya masih dominan buatan luar negeri, satu-satunya yang asli buatan dalam negeri mungkin cuma “box” speakernya saja, apa boleh buat karena itulah kenyataan yang ada pada kita sekarang. Dan bila kita tidak mendayagunakan pengetahuan untuk membuat satu system yang benar dan bagus sehingga didapatkan nilai tambah maximal, alangkah menyedihkannya kita ini, karena semua perangkat tadi juga harus dibeli dan devisanya minggat ke luar negeri semua. Artinya kita tidak mampu memberikan nilai tambah kepada perangkat-perangkat tadi yang kita cuma bisa beli, oleh karena itu saya merasa perlu melakukan upaya semampu saya untuk meminimalkan tragedi seperti itu terus berkelanjutan. Ilmu berguna untuk memampukan kita membuat nilai tambah, jadi bila misalnya diberi bambu kita tidak hanya bisa bikin gedek, bakul, tampah, tali dsb, yang nilainya tidak seberapa, tetapi diharapkan bisa membuat barang yang lebih bernilai tinggi dengan bahan yang sama seperti sumpit, lantai ubin dari bambu, kain dari bambu dsb.
Saya oleh pertimbangan yang miris tadi telah mulai melakukan pengajaran serupa sejak pertengahan tahun 1999 yang lalu dan berlangsung sampai sekitar tahun 2006, juga membangun website tentang speaker building pada tahun 2003 yang bisa anda klik disini www.geocities.com/henrymmr, www.oocities.org/henrymmr atau www.geocities.ws/henrymmr yang sayangnya karena kesibukan dan hal-hal lain tidak pernah di update sama sekali, dan pengajaran juga berhenti kelangsungannya.
Adapun murid-murid saya pada umumnya adalah para pelaku usaha car audio, yang tersebar di beberapa daerah al: Medan, Jakarta, Cilegon, Serang, Tangerang, dan satu dua di Jawa Tengah, dan beberapa diantaranya telah menjuarai kontes-kontes car audio, dan semua pengajaran waktu itu dilaksanakan di Cilegon dimana saya pada waktu itu berdomisili, dan sekarang saya berdomisili di Bandung. Sedikit diantara mereka adalah sekedar pencinta atau hobby saja, namun kemudian malah ada yang terjun keusaha car audio setelah merasa cukup pengetahuan dan makin bertambah rasa percaya dirinya dan ternyata cukup sukses. Tentu saya senang melihat perkembangan yang demikian itu, karena ternyata yang diperolehnya dari saya tidak sekedar pengetahuan teknis semata, namun juga terinspirasi untuk mulai usaha dibidang yang dicintainya itu yang tidak terfikirkan sebelumnya, bravo!.
Masalah dalam belajar tentang speaker building
Seperti saya dulu memulainya, ternyata sampai sekarang inipun masalah yang sama masih saja jadi kendala bagi yang ingin belajar pada umumya, yaitu:
1. Miskinnya literature/buku yang menyangkut masalah audio dan speaker khususnya, belakangan memang cukup banyak majalah-majalah car audio atau hifi yang meliput tentang hal itu, tetapi juga tidak ada yang dapat dipelajai disitu, karena cenderung mengundang mengundang naluri konsumtif bagi pembacanya, dengan pameran perangkat-perangkat branded, dsb. Anda boleh pergi ke toko buku yang ternama sekalipun, namun akan sangat sulit untuk mendapatkan buku tentang speaker building, padahal begitu banyak tentang elektronik, computer, dsb. Bahkan diluar negeri sekalipun tidak banyak terdapat buku=buku spesifik tentang hal itu, yang tentu saja selain berbiaya tinggi juga dalam bahasa Inggeris/Perancis/Jerman yang tidak semua orang mampu mempelajarinya.
2. Hampir tidak ada tempat bertanya untuk masalah-masalah yang menyangkut hal ini, mungkin ada yang menguasainya namun hampir tidak ada yang sudi membagi ilmunya kepada orang lain, atau ada yang mau memberitahu tapi sayangnya beliau juga cuma sok tahu saja, akibatnya tentu saja anda jugalah yang harus menanggung akibatnya.
3. Pada era internet sekarang ini, sangat mudah diperoleh informasi tentang banyak hal, termasuk soal speaker building, tetapi info-info tersebut umumnya masih mentah, dan acak, sehingga menyulitkan bagi para pemula yang serius ingin belajar. Namun kemajuan ini juga menguntungkan bagi para pecinta audio, karena ada juga beberapa software gratis yang dapat digunakan untuk kepentingan belajar.
4. Sulitnya memperoleh driver/loudspeaker yang akan digunakan untuk membangun project, karena begitu banyak variasi speaker yang beredar yang sekarang ini umumnya buatan China, namun tidak disertai parameter T/S yang bisa dipercaya, ada sebagian kecil yang menyertakan parameter T/S namun cenderung terlalu “dibagus-baguskan”, sehingga tidak berguna sama sekali. Saya tidak bermaksud mengatakan buatan china itu tidak bagus, tidak demikian, karena walau persentasenya tidak besar, justru terdapat beberapa driver dengan parameter yang bagus dengan harga yang cukup murah sehingga akan lebih menguntungkan untuk menggunakannya. Untuk bahan pembuatan kotak speaker al: MDF, Particel Board, sama sekali tidak sulit diperoleh, karena umumnya memang buatan dalam negeri.
5. Sulitnya untuk memperoleh komponen-komponen yang cukup bagus untuk membangun cross-over, seperti kapasitor, resistor, dan inductor, dan kalaupun ada yang bagus juga sangat mahal karena umumnya buatan luar negeri seperti USA, Denmark, France, Canada, Japan, dll. Kapasitor saat ini tidak terlalu sulit lagi diperoleh, ada yang buatan china dengan spec cukup baik, dan masih dapat di upgrade lagi dengan mempararelnya dengan kapasitor yang mahal namun bernilai kecil misalnya 0,1uF, sehingga tidak merubah nilainya secara signifikan. Resistor akan sering digunakan pada jalur hidup crossover, oleh karena itu mutlak yang tidak akan merugikan suara yang lewat padanya, dan jenis sandblock 2w,5w,10w dst adalah yang terburuk, begitu juga jenis carbon, namun bagi yang berkantong tipis masih ada akal untuk memperoleh hasil yang bagus dengan tidak berbiaya mahal, dengan menggunakan resistor metalfilm 0,5w dipararel sekitar 10 buah untuk membuat kapasitas 5w, dan tentu saja nilai masing-masing resistor disesuaikan dengan nilai hasil pararel yang diinginkan. Induktor mungkin yang tersulit didapat, karena hamper tidak ada yang menjual inductor sesuai keinginan dan hasil perhitungan anda, memang ada dipasaran inductor buatan luar negeri, ada yang jenis stranded copper, atau foil, namun nilai-nilainya hanya tertentu saja, oleh karena itu saya akan ajarkan bagaimana menghitung dan cara membuat inductor crossover tersebut sehingga anda tidak akan kesulitan membuat sendiri inductor yang dibutuhkan, berapapun nilainya.
6. Dan yang terakhir adalah kesulitan masalah “alat ukur speaker”, karena alat ukur speaker mutlak diperlukan agar anda dapat menyeleksi speaker yang akan digunakan dan juga untuk memperoleh parameter T/S yang akan digunakan untuk menghitung rancangan speaker untuk project anda. Alat ukur speaker yang ada semua masih buatan luar negeri spt: USA, Japan, Germany dll, al: MLSA,CLIO,LMS, Woofer Tester dll yang umumnya akan mahal belum termasuk ongkos kirim ke Indonesia. Itupun baru alat ukur speaker kelas hobbyist, jangan ditanya alat ukur untuk kelas industry tentulah harganya tidak layak bagi seorang hobbyist. Oleh kesulitan-kesulitan tersebut, saya beberapa tahun belakangan ini mempelajari dan berhasil membuat suatu alat ukur speaker yang akurat dan dapat diandalkan. Anda dapat memperoleh software tersebut secara gratis di internet, yaitu Audua Speakerworkshop, namun problem terbesar menggunakan program tersebut adalah pada jignya, adapun skema jig yang disertakan disana selain sangat sulit dibangun juga sangat rawan kesalahan yang sangat kecil sekalipun, sehingga sampai saat ini tidak banyak didunia yang berhasil menggunakan software tersebut untuk melakukan pengukuran speaker. Saya telah menyederhanakan skema jig tersebut dan berhasil baik melakukan pengukuran, skema tersebut sangat sederhana sehingga anak SMP sekalipun tidak akan mengalami kesulitan membangunnya. Juga menggunakan soundcard computer yang umum dan murah dipasaran, spt al: Creative 128 yang harganya cuma Rp 85.000,-, namun hal itu terbatas penggunaannya pada PC dirumah, karena soundcard jenis itu harus dipasangakan pada CPU yang bersangkutan. Bila diinginkan yang lebih leluasa dapat menggunakan soundcard yang portable dan terhubung dengan USB, sehingga memungkinkan untuk digunakan dengan laptop sehingga dapat lebih mobile, tentulah harganya juga cukup mahal, sekitar Rp 600.000 an.
Materi pengajaran
Adapun pengajaran yang saya lakukan dapat diperinci materi-materinya sbb:
1. Pengukuran parameter T/S speaker, inductor, capasitor, resistor.
2. Mengenal software rancangan speaker dan crossover
3. Menghitung speaker system Closed Box/Acoustic Suspension
4. Menghitung speaker system Vented Box/ Reflex Bass
5. Menghitung speaker system 4th order dan 6th order Bandpass
6. Merancang box dengan Corel Draw.
7. Tip dan trik membuat box speaker dan aplikasi speaker.
8. Merancang crossover Bessel, Chebychev, Butterworth, Linear pase, Legendre, Linkwitz Rilley, 1st order,2nd order, 3rd order, 4th order, 2 way dan 3 way
9. Teknik menghitung dan menggulung inductor
10. Aplikasi speaker di mobil, rumah, gedung dan lapangan.
Pengajaran seluruh materi diatas akan memakan waktu 10 x pertemuan, masing-masing akan membutuhkan waktu 3 jam, dan sementara ini baru bisa saya lakukan ditempat saya sendiri di Bandung, jadi bagi anda yang dari luar kota sebaiknya menghubungi saya terlebih dahulu untuk mengaturnya, saya juga memungkinkan melakukan pengajaran diluar kota tetapi akomodasi dan ongkos tentu harus anda yang tanggung, dan sebaiknya anda tidak belajar seorang diri agar biayanya tidak terlalu berat.
Biaya Pengajaran
1. Biaya total pengajaran untuk 10x pertemuan tersebut dan termasuk jig alat ukur Rp 3.500.000,-/ orang private, tanpa soundcard.
2. Bila satu angkatan ada lebih dari 1 orang tidak terbatas jumlahnya keatas, biaya menjadi Rp 2.000.000,- /orang tanpa souncard.
3. Untuk luar kota, biaya tetap sama saja dengan ketentuan diatas, hanya ditambah biaya transportasi dan akomodasi selama 10 hari.
4. Saya juga membuka kemungkinan bila ada yang hanya ingin belajar sebagian saja, misalnya khusus crossover, atau khusus box, untuk hal demikian biaya menjadi ½ dari yang penuh, yaitu Rp 1.750.000,-/orang utk 5 x pertemuan. Tetapi saya akan menguji dulu penguasaan yang tidak perlu dipelajari tersebut.
5. Bila anda hanya membutuhkan Jignya saja juga saya layani, biayanya Rp 675.000,- tanpa soundcard termasuk buku manualnya dan ongkos kirim keseluruh Indonesia.
6. Pembayaran dapat dilakukan dengan bank transfer bila diperlukan, ke rekening BCA no: 8320052719 a/n Henry Mamora. Saya dapat dihubungi di xl: 081806970250 atau simpati : 081319541008, atau email: henrymamora61@hotmail.com.
Akhir kata, bila ada yang ingin anda tanyakan atau masalah berkaitan dengan speakerbuilding khususnya, dapat menuliskan komentar atau pertanyaannya dibawah ini, semoga hal yang sangat kecil ini dapat membuat perubahan dalam sikap dan cara pandang kita sebagai anak bangsa ini.
Wassallam,
Henry Mamora
Copyright @ Leon Audio Research & Mora Car Audio 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar